Friday, July 5, 2013

Manfaat Peningkatan Kinerja Manusia Dalam Proses Industri

Manfaat utama yang diperoleh dari penerapan prinsip-prinsip faktor manusia untuk proses operasi adalah untuk meningkatkan keselamatan dan mengurangi down time. Selain itu, pengurangan kesalahan manusiamemiliki potensi manfaat yang besar baik untuk kualitas dan produktivitas. Saat ini muncul minat yang besar dalam menerapkan pendekatanmanajemen mutu dalam Proses industri. Sebagian ahli kualitas menekankan pentingnya filsafat yang sampai ke penyebab kesalahan yang mengarah ke penyimpangan kualitas daripada mencoba untuk mengontrol kesalahan dengan kesalahan atau hukuman. Crosby (1984) secara eksplisit menganjurkan penggunaan program penghapusan kesalahan penyebab. Ahli lain seperti Deming (1986), dan Juran (1979) juga menekankan pentingnya  mengendalikan variabilitas kinerja manusia dalam rangka mencapai sasaran mutu. Di Eropa dan Amerika Serikat telah terjadi peningkatan minat dalam hubungan antara kualitas dan keselamatan (lihat, misalnya, Whiston dan Eddershaw, 1989, Dumas, 1987). Kegagalan kualitas dan keselamatan biasanya disebabkan oleh jenis yang sama yaitu dari kesalahan manusia dengan penyebab yang sama. Apakah kesalahan tertentu memiliki konsekuensi keselamatan atau konsekuensi kualitas tergantung pada kapan atau dalam proses mana kesalahan tersebut terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa investasi untuk pengurangan kesalahan manusia lebih efektif secara biaya, karena akan menghasilkan pengurangan kesalahan secara simultan pada pengurangan kecelakaan dan kegagalan kualitas.
Human error sering diabaikan dalam industri. Ada beberapa alasan kenapa mereka mengabaikan hal ini. Sebagian dari masalahnya adalah karena keyakinan di kalangan engineer dan manajer bahwa kesalahan manusia tak terelakkan dan tak terduga. Alasan lain adalah keyakinan bahwa peningkatan komputerisasi dan otomatisasi proses industri akan membuat ketergantungan pada manusia menjadi lebih sedikit bahkan tidak perlu. Kesalahan dari keyakinan ini dapat dilihat dari berbagai kecelakaan yang timbul pada pabrik atau proses yang dikontrol dengan sistem komputer. Selain itu, keterlibatan manusia akan terus diperlukan seperti pemeliharaan dan modifikasi pabrik, bahkan dalam proses yang paling otomatis sekalipun masih diperlukan manusia untuk menjalankannya. Meskipun demikian Human error sering dijadikan sebagai alasan penyebab kecelakaan atau kekurangan suatu proses. Mungkin mudah bagi suatu organisasi untuk menyalahkan manusia/pekerja sebagai penyebab terjadinya bencana besar akibat dari ketidak sempurnaan suatu proses atau sistem manajemen yang buruk.
Ref: Guidelines for Preventing Human Error in Process Safety – Center for Chemical Process Safety of the American Institute of Chemical Engineers

No comments:

Post a Comment